Teluknaga sebuah Kecamatan dipesisir utara Laut Jawa merupakan salahsatu Kecamatan paling utara di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten Terdiri dari 13 Desa yang potensial dengan Potensi Alam dan Sumber Daya Manusia merupakan modal untuk menjadi kecamatan maju di semua bidang, antara lain Bidang Perikanan Air Laut/Asin, Payau, Tawar. Bidang Pertanian. Bidang Pariwisata, Bidang Industri Kecil/Industri Rumahan, menengah dan besar serta bidang-bidang lain yang dapat memberikan kemajuan perekonomian daerah.
Kecamatan ini bersebelahan dengan Kecamatan Kosambi yang berbatasan dengan DKI Jakarta, Kecamatan Pakuhaji, dan bersebrangan dengan Kecamatan Sepatan, berbatasan dengan Kota Tangerang yang terkenal dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta, maka wajar jika kemajuan Teluknaga akan menjadi target pengembangan industri dan perumahan untuk menanamkan investasi nya di beberapa desa di kecamatan Teluknaga. Pada kondisi ini arus globalisasi dan mobilitas urban penduduk akan sangat tinggi yang akan merubah wajah Teluknaga pelosok dan pesisir menjadi Teluknaga maju sebagai sentra ekonomi.

Desa Kecamatan Teluknaga :
Tanjung Pasir, Muara, Lemo, Tegalangus, Pangkalan, Tanjung Burung, Kampung Besar, Kampung Melayu Barat,
Kampung Melayu Timur, Babakan Asem, Teluknaga, Bojong Renged
Kampung Melayu Timur, Babakan Asem, Teluknaga, Bojong Renged
Letak Kecamatan Teluknaga dekat dengan DKI Jakarta, karena itu Teluknaga juga merupakan daerah penyangga Ibukota, jika menapak tilas sejarah, maka perjalanan berdiri nya Teluknaga diwarnai oleh muncul nya beberapa suku bangsa diantara nya; Sunda Banten , Jawa, Bugis, Cina Keturunan, Betawi, namun kepastian sejarah belum dapat membuktikan secara pasti suku pertama yang menempati Teluknaga, berbagai pendapat berbeda bermunculan tentang asal usul Teluknaga, terlepas penting atau tidaknya sejarah tersebut namun tidak kalah penting membina kerukunan, kebarsamaan, saling menghormati, menjaga silaturahmi dengan tradisi umum yang di miliki warga Teluknaga secara turun temurun sampai saat ini terus terbina meskipun penduduk kecamatan ini berbaur dalam perbedaan suku dan budaya bahkan semakin hari terus bertambah suku-suku lain negeri ini merantau ke tanah Teluknaga untuk berkompetisi dalam lahan ekonomi. Pembauran inilah yang menimbulkan tekad meniti kemajuan yang dapat memberikan pemasukan pendapatan lokal. Kemajemukan ini selalu selaras hingga turun menurun tidak adanya konflik horizontal malah yang ada saling meniru keberhasilan dalam persaingan yang sehat sehingga timbul generasi dengan Sumber Daya Manusia yang potensial dengan di dukung Sumber Daya Alam yang akan menjadi pondasi Teluknaga Maju Teluknaga Dan Inspirasi Tangerang Utara.